GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU DAN KEPEMILIKAN JAMBAN DI DESA SARI BEKAYAS KECAMATAN AIR UPAS 2018 (STUDI KASUS DESA DENGAN PEMICUAN STBM PILAR 1)


GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU DAN  KEPEMILIKAN JAMBAN DI DESA SARI BEKAYAS KECAMATAN AIR UPAS 2018
(STUDI KASUS DESA DENGAN PEMICUAN STBM PILAR 1)
Amuraji, SKM1), Misniarni, A.Md.Kes

      Hasil Riskesdas 2016 menunjukkan penduduk Indonesia yang buang air besar di area terbuka sebesar 36,4 %. Sedangkan akses sanitasi dasar sebesar 55,5 %. Pendekatan STBM adalah pendekatan partisipatif untuk merubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Kabuapten Ketapang terdiri dari 249 Desa, pada tahun 2017 baru 36,6 % (96 Desa) yang melaksanakan STBM, dan baru 7 Desa yang di deklarasikan sebagai Desa ODF. Kecamatan Air Upas terdiri dari 9 Desa, dan belum ada Desa yang dideklarasi menjadi Desa ODF. Salah satu Desa yang ada di Kecamatan Air Upas, ada 1 Desa yang menjadi target menuju Desa ODF pada tahun 2018, karena capaian kepemilikan jamban tinggal sedikit lagi, yaitu 96 % dari 287 KK/rumah.
      Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, perilaku dan kepemilikan jamban setelah diadakan Pemicuan di Desa Sari Bekayas Kecamatan Air Upas.
      Jenis penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian yang bersifat observasional dengan desain penelitian deskriptif, subjek pada penelitian ini adalah Kepala Keluarga dan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan masing-masing kelompok (dusun) secara proporsional.
      Hasil penelitian didapati bahwa pengetahuan responden di Desa Sari Bekayas sudah cukup baik yaitu dari 80 responden, 68 responden sudah berpengetahuan baik (85%), untuk sikap hasilnya dari 80 responden, semuanya sudah baik (mendukung), untuk nilai perilaku dari 80 responden semuanya juga nilainya sudah bagus (100%) dan untuk nilai kepemilikan jamban dari 80 responden, yang memiliki jamban 67 responden (84%), dan yang belum memiliki jamban ada 13 responden, Sedangkan untuk nilai kepemilikan jamban  yang memenuhi syarat dari 67 responden ada 62 yang memenuhi syarat dan 5 yang tidak memenuhi syarat.
      Kesinpulan dari penilitian ini dari 80 responden, nilai pengetahuan, sikap, perilaku dan kepemilikan jamban sudah baik dan memuaskan. Dan untuk saran bagi pihak yang terkait, diharapkan pihak Desa untuk membantu masyarakat yang benar-benar tidak mampu, selain itu juga perlu adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terutama yang belum baik pengetahuannya, sikap, perilaku dan yang belum memiliki jamban atau yang sudah memiliki tapi belum memenuhi syarat.
    
Abstract

      Riskesdas results in 2016 shows the Indonesian population defecating in an open area of 36,4 %, while access to basic sanitation is equal to 55,5 %. The STBM approach
 Is a participatory approach to change hygiene and sanitation behavior through community empowerment by triggering methods. Ketapang Regency consists of 249 villages, in 2017 only 36,6% (96 villages) implemented STBM, and only 7 villages were declared as ODF villages. The Districs of Air Upas consists of 9 villages, and no village has been declared as an ODF village. One of the villages in the district of Air Upas is one village that is target of the village by 2018, because the ownership of the latrine has a little more than 96 % of the 287 head of families or houses.
      The purpose of this study was to find out the description of the attitude of behavior and ownershipof latrines after the determination was held in Sari Bekayas village, subdistrict of Air Upas.
      This type of research is observational research with descriptive research design. Subjects in this study are the head of the family and the sample in this study uses sampling techniques with each group or hamlet proportional.
      The sample in this study is the head of the family, which is as many as 80 respondents, taken using proportional random sampling technique. Data analysis uses percentage calculations presented in tables and graphs.
      The results showed that the knowledge of respondents in Sari Bekayas village was good enough, 80 respondents 68 respondents had good knowledge, for the attitude of result of 80 respondents all were good and for toilet ownership value of 80 respondents, who have latrines 67 respondents and those who do not have latrines 13 respondents while for the ownership value of latrines that meet the requirements of 67 respondens there are 62 who meet requirements and 5 who do not meet requirements.
      The conclusions of this study from 80 respondents the value of knowledge, attitude, behavior and ownership of latrines are good and satisfying and for the advise of parties concerned the village is expected to help people who are truly in need as well as an increase in public knowledge especially those who are not well informed behavioral attitudes and those who do not have latrines or who already in front but do not meet the requirements.

Keywords       : knowledge, attitude, behavior and ownership latrines
Bibliography   : 15 (1985-2017)


Pendahuluan
       Hasil Riskesdas 2016 menunjukkan penduduk yang buang air besar di area terbuka sebesar 36,4 %.Sedangkan akses sanitasi dasar sebesar 55,5 %. Pendekatan STBM adalah pendekatan partisipatif untuk merubah perilaku hygiene dan  sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.
       Hasil akhir pendekatan ini adalah merubah cara pandang dan perilaku sanitasi yang memicu terjadinya pembangunan jamban dengan inisiatif masyarakat sendiri tanpa subsidi pihak luar serta menimbulkan kesadaran bahwa kebiasaan BABS adalah masalah bersama karena berimplikasi kepada semua masyarakat sehingga pemecahannya juga harus dilakukan dan dipecahkan secara bersama.
      Kabupaten Ketapang terdiri dari 249 Desa/Kelurahan, pada tahun 2017 baru 36,6% (96 Desa) yang melaksanakan STBM, dan baru 7 Desa yang di deklarasikan sebagai Desa ODF. Walaupun begitu telah ada 10 desa yang akan di deklarasikan pada tahun 2018 termasuk Kecamatan Air Upas.
      Kecamatan Air Upas terdiri dari 9 Desa, pada tahun 2017 jumlah penduduknya 18.742 jiwa,  diantara 9 Desa, Yang sudah dilaksanakan kegiatan Pemicuan STBM Pilar 1 baru 3 Desa, yaitu: Desa Sari Bekayas, Desa Banda Sari dan Desa Sukaria. Dianatara 3 Desa tersebut, Desa Sari Bekayas merupakan Desa yang paling antusias untuk mendeklarasikan Desanya sebagai Desa ODF. Desa Sari Bekayas terdiri dari 287 KK, dan dari 287 KK, yang sudah mempunyai jamban keluarga sendiri ada 274 KK, Jadi yang mempunyai jamban sendiri sudah 96%. Ini membuktikan bahwa  masyarakat Desa Sari Bekayas sudah banyak yang sadar akan kepemilikan jamban sendiri. Kepemilikan jamban di Desa Sari Bekayas tinggal 4 %, maka di Desa Sari Bekayas  ini di jadikan target Pemicuan STBM Pilar I agar cepat tercapai target 100% dan menjadi desa ODF yang pertama kali di Kecamatan Air Upas.
Landasan Teori
Kotoran manusia (tinja) adalah segala benda atau zat yang dihasilkan sebagai sisa metabolisme tubuh dan di pandang tidak berguna lagi sehingga perlu di keluarkan atau dibuang ( Azwar, 1986).
      Jamban keluarga adalah suatu bangunan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran  manusia (tinja) yang biasanya disebut kakus atau wc, sehingga kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab atau penyebar penyakit dan mengotori lingkungan pemukiman (Depkes RI,1985).
      Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat adalah pendekatan untuk mengubah  perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.
Pemicuan adalah cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaraan sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat, yang dilakukan dengan melakukan pertemuan dengan masyarakat selama setengah hari dengan difasilitasi oleh tim pemicu puskesmas dan desa yang terdiri lima (5) orang. Tujuan pemicuan adalah agar masyarakat yang di picu merasa terpicu dan berkeinginan membuat jamban sendiri, sehingga akan cepat tercapai untuk menjadi Desa ODF
      ODF ( Open Defecation Free ) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus direkayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban harus mencapai 100 % pada seluruh komunitas. Sedangkan Desa/Kelurahan  ODF adalah Desa/Kelurahan yang 100% masyarakatnya telah buang air besar di jamban, yaitu mencapai perubahan perilaku kolektif terkait Pilar 1 dari 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Metode Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat atau Kepala    Keluarga yang ada di Desa Sari Bekayas,  Kecamatan Air Upas.
Sampel adalah sebagian populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki (Siswanto,Victorianus, Aries : 2012). Untuk menentukan sampel dari masyarakat Desa Sari Bekayas tersebut maka akan digunakan perhitungan dengan metode Slovin, yaitu :
Rumus : n = ___N____ 
                      1 + N(e)2
Keterangan :
n = besaran sampel
      N = besaran populasi
e = kelongggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir menggunakan 10 % = 0,1.
Berdasarkan rumusan diatas maka besar sampel dalam penelitian adalah    Populasi KK di Desa Sari Bekayas yaitu = 287 KK

n= __N___ =   ___2,87__     = 79,72
     1+N(e)2       1+2,87(0,1)2

Jadi, besaran sampel padapenelitian ini adalah 79,72 dan dibulat menjadi 80 Orang.
      Teknik sampling pada penelitian ini adalah teknik Proportional Random Sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan mengambil masing-masing kelompok (dusun) secara proporsional (Mahfoedz, dkk. 2005).
Hasil dan Pembahasan
1.      Pengetahuan
Berdasarkan grafik  4.5 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden tingkat pengetahuan sudah baik, yaitu : 61 responden  (76%).
2.      Sikap
No
Sikap
Jumlah
( % )
1
Mendukung> 60
80
100
2
Tidak mendukung < 60
0
0

Jumlah
80
100
3.    Periaku
      Dilihat dari Tabel  diatas, hasil penilaian dari sikap responden adalah semua responden (100%) mendukung adanya jamban di setiap rumah.
No
Perilaku
Jumlah
%
1
Baik
80
100 %
2
Tidak Baik
0
0 %

Jumlah
80
100 %
Dilihat dari grafik 4.7 diatas, hasil penilaian dari perilaku yang muncul adalah nilai 9 dan 10, nilai 10 sebanyak 72 responden (90%) dan nilai 9sebanyak 8 responden (10%).
4.      Kepemilikan Jamban
No
Kriteria
Jumlah
(%)
1
Memiliki
67
84
2
Tidak memiliki
13
16

Jumlah
80
100

Dilihat dari Tabel 4.8 dan grafik 4.7 diatas, hasil penilaian dari kepemilikan jamban yaitu : 67 responden (84%) memiliki jamban dan 13 responden (16%) tidak memiliki jamban.
5.                                5. Kepemilikan Jamban yang memenuhi   syarat
No
Kriteria
Jumlah
Persentase
1
Memenuhi syarat
62
93 %
2
Tidak memenuhi syarat
5
7 %

Jumlah
67
100 %

Berdasarkan Tabel 4.9 diperoleh bahwa distribusi responden berdasarkan kepemilikan jamban yang memenuhi syarat ada 2 kategori dari 72 responden yang memiliki jamban yaitu : yang tidak memenuhi syarat 5 KK (6%) dan yang mempunyai jamban memenuhi syarat 62 KK (78 %) .
Kesimpulan
1.    Sebagian besar responden tingkat pengetahuan  terhadap jamban sudah baik, yaitu 67 responden (84%) dan hanya 13 responden (16%) yang pengetahuannya kurang baik
2.         Sebagian besar sikap responden yang berkaitan dengan kepemilikan jamban dari 80 responden semuanya mendukung dengan nilai diatas 60 semua, sesuai dengan Definisi Operasionalnya apabila nilai > 60 adalah sikapnya adalah mendukung.
3.    Penilaian perilaku yang didapat peneliti dari 80 responden adalah 100% berperilaku baik dengan nilai 10 sebanyak 72 responden (90%) dan nilai 9 sebanyak  responden (10%)
4.    Untuk kepemilikan jamban, dari 80 responden yang diteliti, rumah yang sudah memiliki jamban yaitu 67 responden (84%) , sedangkan yang belum memiliki jamban tinggal 13 responden (16%). Dan seirng waktu berjalan, sudah ada 6 responden dari 13 rumah yang belum memiliki jamban sudah mulai membuat jamban sendiri, sehingga akan semakin mudah untuk menuju Desa ODF di tahun 2018 ini.
5.    Jamban yang memenuhi syarat dari 67 responden yang sudah memiliki jamban, dari hasil penelitian sebanyak 62 responden (93%), sedangkan yang tidak memenuhi syarat kesehatan hanya 5 esponden (7%) saja

Ucapan Terimakasih
    Kami mengucapkan terimkasih kepada masyarakat Desa Sari Bekayas, yang telah bekerjasama dengan baik sehingga penelitian ini dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

Daftar Pustaka
Asmadi, (2007). Rantai Penularan Tinja Menjai Sumber Infeksi Manusia
Azwar, (1986), Validitas dan Rehabilitas. Jakarta : Rineka Cipta
Azwar, (1990), Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Mutiara, Jakarta
Depkes RI, (1985), Tentang Jenis-Jenis Jamban Pedesaaan
Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, (2016). Profil Kesehatan   Kabupaten Ketapang Riskesdas 2016
KepMenKes RI, (2007) Nomor : 852/MENKES/SK/IX/2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
KepMenkes RI, (2007) Nomor : 585/MENKES/SK/V/2007 halaman 6 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan
Kusno Putranto, (1997), Air Limbah dan Ekskreta Manusia, Jakarta : Dirjen Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan
Mahfoedz, dkk. (2005). Metode Penelitian Bidang Kesehatan Keperawatan dan Kebidanan.Ed.2. Yogyakarta : Fitramaya
Notoatmodjo, 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
Notoatmodjo, 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta
Puskesmas Air Upas, (2017). Profil Puskesmas Air Upas
Rendy Maulana, 2009 : Promosi Kesehatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
Siswanto, dkk. 2012 : Strategi dan Langkah-Langkah Penelitian. Yogyakarta : Graha Ilmu
Wawan A, dkk, 2010. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta : Nuha Medika

                    
  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKHIR NUSANTARA SEHAT PUSKESMAS KALIKE